Prodi Arsitektur

Fakultas Teknik Universitas Udayana

Hasil FGD 2025

FOCUS GROUP DISCUSSION

Pencermatan Hasil FGD 2025

Poin-poin penting rumusan arah kebijakan dan kalibrasi kurikulum Program Studi Arsitektur bersumber dari masukan pemangku kepentingan (stakeholders).

1 Penguatan Identitas Lokal & Regulasi Nasional

  • Definisi "Arsitektur Bali" dalam kurikulum memerlukan batasan operasional yang lebih jelas (fokus pada filosofi, estetika, teknologi, atau hibrida) agar menjadi benang merah dalam CPL dan studio.
  • Penekanan nilai lokal ini wajib disinkronkan pemahaman regulasi teknis nasional secara praktis (contoh: PBG dan SLF).

2 Integrasi Teknologi (BIM) & Buildability

  • Industri menyoroti rendahnya kompetensi Building Information Modeling (BIM). Kurikulum harus mengintegrasikan penguasaan perangkat lunak dan alur kerja BIM ke dalam mata kuliah dan studio.
  • Studio perancangan tidak boleh berhenti pada aspek estetika. Harus menekankan pada buildability (keterbangunan), logika struktur, utilitas, serta penganggaran (budgeting).

3 Adaptasi MBKM & Pelibatan Praktisi

  • Kurikulum perlu lebih fleksibel untuk mendukung MBKM dengan menyamakan persepsi antara universitas dan mitra industri.
  • Pembelajaran berbasis praktik ditingkatkan dengan melibatkan praktisi atau principal architect secara sistematis (narasumber, dosen tamu, mentor studio) pada proyek nyata.

4 Kesiapan Global, Soft Skills & Magang

  • Adanya tren magang di biro asing membutuhkan kalibrasi. Mahasiswa memerlukan pembekalan pra-magang yang kuat terkait regulasi, software, dan praktik profesional.
  • Soft skills krusial perlu dipraktikkan secara eksplisit: komunikasi visual & verbal, bahasa asing, kepemimpinan, kerja sama tim, dan presentasi untuk daya saing global.

5 Transformasi Budaya Akademik & Studio

  • Metode studio perlu membangun nalar kritis, logika teknis, dan mental kompetitif. Literatur dan referensi preseden mahasiswa perlu pendalaman (jangan dangkal).
  • Penciptaan budaya kedekatan dosen-mahasiswa (bisa via program asisten dosen) serta mengintegrasikan tugas studio dengan kompetisi/sayembara.

Resume Strategis Kurikulum Ke Depan

Arah strategis pengembangan kurikulum PSSA ke depan harus mampu menyeimbangkan dua kutub: mengakar pada identitas lokal (Arsitektur Bali) sekaligus bersikap terbuka dan adaptif terhadap kemajuan teknologi (BIM) serta tuntutan global/industri.

Untuk mencapai hal ini, kurikulum harus dirancang secara fleksibel (MBKM), mengintegrasikan keterlibatan praktisi, proyek riil, dan kompetisi. Studio perancangan menjadi pusat integrasi yang mensyaratkan logika teknis, buildability, dan komunikasi yang baik. Keberhasilan kalibrasi ini sangat bergantung pada kekompakan seluruh pemangku kepentingan dan penguatan jejaring alumni.

Dokumen & Notulensi FGD Terkait

Laporan FGD 2025

TAUTAN URL • https://drive.google.com/file/d/1VvZQwb5enLAW2YTL-yYkVMDJqxedEJf7/view?usp=drive_link