Matriks Produktivitas & Daya Dukung Keilmuan
Dashboard pemetaan kinerja publikasi akademik dosen berdasarkan data SINTA, Scopus, dan Google Scholar. Modul ini menyajikan insight strategis, peta daya dukung, serta strategi hilirisasi riset untuk mensinergikan capaian akademik dengan pencetakan lulusan siap industri.
| No | Nama Dosen | SINTA (Overall) |
SINTA (3 Tahun) |
SCOPUS (Art / Sit / H-id) |
Scholar (Art / Sit / H-id) |
Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Dr. Ir. Ngakan Ketut Acwin Dwijendra | 4.663 | 963 | 101 / 1.334 / 20 | 443 / 3.155 / 29 | |
| 2 | Prof. Dr. Ir. I Dewa G. A. Diasana Putra | 1.617 | 360 | 25 / 156 / 7 | 137 / 615 / 12 | |
| 3 | Prof. Gusti Ayu Made Suartika, Ph.D. | 1.220 | 199 | 28 / 104 / 6 | 95 / 475 / 12 | |
| 4 | Prof. Ni Ketut Agusintadewi, Ph.D. | 801 | 200 | 4 / 1 / 1 | - / 308 / 9 | |
| 5 | Prof. Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi | 574 | 85 | 4 / 4 / 1 | 70 / 686 / 12 | |
| 6 | Ir. Tri Anggraini Prajnawrdhi, Ph.D. | 513 | 128 | 4 / 1 / 1 | 69 / 170 / 7 | |
| 7 | Ni Made Swanendri, S.T., M.T. | 489 | 99 | 2 / 7 / 2 | 43 / 74 / 5 | |
| 8 | Prof. Dr. Ir. I Made Adhika, M.SP. | 459 | 37 | 3 / 30 / 3 | 60 / 440 / 10 | |
| 9 | Prof. Dr. Ir. A.A. Ayu Oka Saraswati | 439 | 217 | 3 / 0 / 0 | 34 / 92 / 6 | |
| 10 | Dr. Ir. Widiastuti, M.T. | 434 | 86 | 0 / 0 / 0 | 44 / 34 / 3 | |
| 11 | Anak Agung Ngurah Aritama, S.T., M.T. | 425 | 234 | 0 / 0 / 0 | 30 / 116 / 6 | |
| 12 | Dr. Ir. A.A. Gde Djaja Bharuna S. | 420 | 132 | 0 / 0 / 0 | 17 / 49 / 3 | |
| 13 | I Nyoman Widya Paramadhyaksa, Ph.D. | 357 | 33 | 1 / 5 / 1 | 64 / 170 / 7 | |
| 14 | Ni Made Yudantini, Ph.D. | 296 | 63 | 4 / 2 / 1 | 36 / 147 / 7 | |
| 15 | Dr. Ir. I Nyoman Susanta, S.T., M.E. | 277 | 80 | 0 / 0 / 0 | 37 / 116 / 4 | |
| 16 | Prof. Ir. Ngakan Putu Sueca, M.T. | 272 | 17 | 4 / 25 / 2 | 54 / 268 / 11 | |
| 17 | Ardina Susanti, S.T., M.T. | 236 | 12 | 0 / 0 / 0 | 21 / 144 / 6 | |
| 18 | Antonius Karel Mukti Wibowo, Ph.D. | 231 | 42 | 3 / 1 / 1 | 38 / 39 / 4 | |
| 19 | Dr. I Ketut Mudra, S.T., M.T. | 204 | 59 | 1 / 2 / 1 | 26 / 24 / 3 | |
| 20 | I Gusti Agung Bagus Suryada, S.T., M.T. | 146 | 33 | 0 / 0 / 0 | 22 / 80 / 5 | |
| 21 | Ir. Gede Windu Laskara, S.T., M.T. | 144 | 48 | 1 / 0 / 0 | 19 / 70 / 6 | |
| 22 | Made Wina Satria, S.T., M.T. | 130 | 55 | 1 / 5 / 1 | 14 / 86 / 6 | |
| 23 | Dr. Ni Made Mitha Mahastuti, S.T., M.T. | 124 | 27 | 0 / 0 / 0 | 34 / 50 / 4 | |
| 24 | Dr. Nyoman Ratih Prajnyani Salain | 122 | 63 | 1 / 2 / 1 | 15 / 35 / 3 | |
| 25 | Dr. Ir. I Dewa Gede Putra, S.T., M.T. | 112 | 61 | 3 / 0 / 0 | 21 / 29 / 3 | |
| 26 | Ir. Ni Luh Putu Eka Pebriyanti, M.Sc. | 106 | 41 | 0 / 0 / 0 | 23 / 40 / 3 | |
| 27 | I Wayan Yuda Manik, S.T., M.T. | 103 | 19 | 1 / 2 / 1 | 20 / 37 / 4 | |
| 28 | Dr. Eng. I Wayan Kastawan, S.T., M.A. | 100 | 6 | 0 / 0 / 0 | 4 / 29 / 4 | |
| 29 | Ir. Ida Bagus Gde Primayatna, M.Erg. | 93 | 23 | 0 / 0 / 0 | 16 / 36 / 3 | |
| 30 | Kadek Agus Surya Darma, S.T., M.T. | 81 | 18 | 0 / 0 / 0 | 5 / 36 / 3 | |
| 31 | I Wayan Wiryawan, S.T., M.T. | 70 | 26 | 0 / 0 / 0 | 20 / 84 / 4 | |
| 32 | Dr. Eka Diana Mahira, S.T., M.T. | 66 | 8 | 0 / 0 / 0 | 14 / 75 / 5 | |
| 33 | Kadek Wisnawa, S.T., M.T. | 36 | 15 | 0 / 0 / 0 | 6 / 6 / 2 | |
| 34 | Ida Ayu Shanty Pradnya Paramitha | 18 | 9 | 0 / 0 / 0 | 7 / 15 / 1 | |
| 35 | I Putu Weka Wendyputra, S.T., M.T. | 8 | 6 | 0 / 0 / 0 | 12 / 4 / 1 | |
| 36 | Ni Made Adriana Murliana B. Z., S.Ars. | 2 | 2 | 0 / 0 / 0 | 2 / 2 / 1 |
Insight Produktivitas
- Top 3 Kontributor Global (Scopus): Dr. Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, Prof. I Dewa Gede Agung Diasana Putra, dan Prof. Gusti Ayu Made Suartika adalah lokomotif utama publikasi internasional berindeks Scopus di PSA Udayana. Dr. Acwin Dwijendra mendominasi dengan 101 dokumen Scopus dan h-index 20.
- Rujukan Kepakaran Lokal (Google Scholar Tinggi): Dosen-dosen senior seperti Prof. Syamsul Alam Paturusi (686 sitasi), Prof. Ngakan Putu Sueca (268 sitasi), dan Prof. I Made Adhika (440 sitasi) memiliki rekam jejak kutipan Scholar yang sangat masif. Karya mereka menjadi literatur wajib berskala nasional.
- Akselerasi Dosen Muda: Dosen-dosen muda seperti Ardina Susanti (SINTA 236, 144 sitasi) dan Ni Made Swanendri (SINTA 489, 74 sitasi) memperlihatkan pergerakan publikasi yang sangat progresif pada riset aplikatif (perilaku konsumen/Gen Z).
Advanced Insights Keputusan Strategis
1. Analisis Jejaring Kolaborasi (Co-Authorship Network)
Menganalisis sinergi lintas keilmuan dan lintas generasi.
π Insight Ditemukan:
Terdapat bukti kolaborasi multidisiplin yang baik. Contoh: Riset bambu Kayubihi digarap pakar permukiman (Agusintadewi), pakar perilaku (Karel Muktiwibowo), & pakar eko-material (Yuda Manik, Eka Pebriyanti). Peneliti senior juga aktif menggandeng dosen muda.
π‘ Peluang/Rekomendasi:
Manajemen perlu strategis memasangkan dosen dengan skor Scopus tinggi sebagai co-author dengan dosen muda untuk transfer keahlian menembus jurnal Q1/Q2.
2. Analisis Tren Pendanaan & Hibah Riset
Melihat kemandirian finansial riset prodi melalui rekam jejak pendanaan.
π Insight Ditemukan:
Pendanaan riset sangat didominasi hibah internal Unud (PUPS/PUU). Masih sedikit yang menembus pendanaan nasional besar (BIMA/SIMLITABMAS), seperti I Ketut Mudra, I Wayan Kastawan, dan I Nyoman Widya Paramadhyaksa.
π‘ Peluang/Rekomendasi:
Bentuk Task Force Hibah Nasional. Tema riset harus disinergikan prioritas BRIN, misal: Material Cerdas Ramah Lingkungan atau Digitalisasi Cagar Budaya (AR/VR).
3. Analisis Regenerasi Keilmuan
Mencermati transisi topik riset dari dosen senior (Profesor) ke dosen muda.
π Insight Ditemukan:
Fase Senior berfokus makro (tata ruang, filosofi murni). Fase Junior (dosen muda) bergeser ke riset mikro terukur kuantitatif (simulasi termal, Ecotect), psikologi ruang Gen-Z, dan Virtual Reality.
π‘ Peluang/Rekomendasi:
Pergeseran sehat dari Kualitatif-Filosofis ke Kuantitatif-Teknologis. Keilmuan teknologi ini harus dimasukkan resmi ke kurikulum (misal: MK Software Building Performance).
4. Analisis 'Kualitas vs Kuantitas' (Global vs Local)
Memisahkan dampak Scopus tinggi vs Google Scholar tinggi.
π Insight Ditemukan:
Global Index Drivers (Acwin Dwijendra, Diasana Putra, Suartika) adalah ujung tombak akreditasi global. Local Policy Influencers (Syamsul Alam, Putu Sueca) memegang peran krusial sebagai rujukan literatur tata ruang nasional.
π‘ Peluang/Rekomendasi:
Target harus seimbang: Jurnal Q1 untuk reputasi akademik, dan Modul/Buku untuk menyelesaikan masalah riil industri dan tata ruang di Bali.
Peta Daya Dukung Keilmuan
Visualisasi Kuadran Pengaruh
Memperlihatkan Global & Local Leaders (Acwin D., Suartika), National Gurus (Syamsul Alam, Putu Sueca), dan Rising Stars (dosen muda produktif).
Radar Distribusi Keilmuan
Grafik radar sangat runcing ke arah Arsitektur Tradisional dan Ekoteknologi, memvalidasi gap bahwa prodi butuh penguatan di desain urban kekinian.
Peta Panas (Heatmap) Industri
Warna merah terang pada 'Pelestarian Budaya' & 'Fisika Bangunan Tropis'. Warna kuning (potensi) pada 'Kewirausahaan Arsitektur' dan 'Hospitalitas'.
Strategi Hilirisasi Riset Terapan
Pendekatan mendongkrak produktivitas riset sekaligus mencetak mahasiswa siap industri.
1. Transformasi Studio Perancangan Menjadi Research-Based Industry Studio
π¬ Strategi Riset
Peneliti papan atas banyak mempublikasikan kajian tentang transformasi arsitektur tradisional akibat tekanan ekonomi pariwisata. Kurikulum harus menjadikan fenomena ini sebagai brief utama.
π’ Koneksi Industri
Mahasiswa diberikan tugas mendesain fasilitas komersial (boutique homestay, resor, kafe) di dalam pekarangan rumah tradisional Bali, merespons tuntutan klien komersial tanpa melanggar pakem sakral.
π Hasil (Win-Win)
Mahasiswa lulus dengan portofolio desain komersial pariwisata. Analisis tapak dari mahasiswa dapat diekstraksi dosen menjadi draf paper 'Adaptasi Spasial Bangunan Tradisional' untuk jurnal internasional.
2. Mewajibkan Pendekatan Data-Driven Design (Sains Bangunan)
π¬ Strategi Riset
Publikasi Q1/Q2 dan sitasi tinggi sangat didominasi oleh riset kuantitatif terukur (pemodelan kenyamanan termal, jejak ekologis, simulasi energi).
π’ Koneksi Industri
Industri menuntut green building. Kurikulum wajib mengharuskan mahasiswa memvalidasi desain arsitektur tropis menggunakan perangkat lunak (seperti CFD atau Ecotect).
π Hasil (Win-Win)
Lulusan menjadi 'Arsitek Berbasis Data' yang mampu meyakinkan investor dengan angka efisiensi. Dosen mendapatkan 'data matang' hasil pengujian software untuk jurnal sains bereputasi.
3. Mengembangkan Modul Adaptive Reuse & Desain Komersial Perkotaan
π¬ Strategi Riset
Klaster riset kontemporer membahas Third Place, preferensi Gen Z terhadap coffee shop, serta pelestarian ruko bersejarah menjadi fasilitas pariwisata.
π’ Koneksi Industri
Pasar properti Bali digerakkan industri gaya hidup. Mahasiswa diajarkan Kewirausahaan Arsitektur: menyulap bangunan mangkrak menjadi ruang komersial kekinian yang Instagramable namun peka konservasi.
π Hasil (Win-Win)
Lulusan memiliki insting bisnis spasial untuk biro komersial. Dosen mendapatkan studi kasus empiris berlimpah tentang apropriasi ruang dan psikologi konsumen.
4. Integrasi Arsitektur Perilaku (Behavioral Arch) ke Tahap Analisis
π¬ Strategi Riset
Jurnal top dunia mencari riset Post-Occupancy Evaluation dan dampak sosial keruangan (kepatuhan protokol, dampak ruang hijau pada stres).
π’ Koneksi Industri
Klien mementingkan kenyamanan pengunjung. Sebelum mendesain resor, mahasiswa diwajibkan melakukan pemetaan perilaku (behavioral mapping) di lokasi nyata.
π Hasil (Win-Win)
Mahasiswa memiliki empati desain (Human-Centric Design) yang tajam. Laporan pemetaan perilaku dapat diracik dosen menjadi publikasi sosiologi ruang perkotaan global.
5. Pelembagaan Co-Authorship Sebagai Syarat Studio Akhir
π¬ Strategi Riset
Untuk melipatgandakan volume publikasi instan, program studi harus menjadikan Tugas Akhir mahasiswa sebagai 'pabrik artikel'.
π’ Koneksi Industri
Kemampuan menyusun laporan analisis teknis yang runut adalah soft skill berharga di dunia profesional (misal untuk menyusun dokumen Feasibility Study proyek).
π Hasil (Win-Win)
Luaran Studio Lanjut wajib menyetor draf jurnal. Kolaborasi dosen senior (reviewer), dosen muda (pendamping), dan mahasiswa (pengambil data) akan melahirkan ratusan jurnal baru tiap tahun.
Kesimpulan Praktis
Jika kurikulum mengubah pola penugasan dari 'Merancang Bangunan Baru yang Ideal' menjadi 'Menyelesaikan Masalah Nyata Industri dengan Validasi Teknologi', maka Program Studi Arsitektur akan mencetak lulusan yang sangat kompetitif di industri properti/pariwisata, sembari mengumpulkan ribuan data riset untuk jurnal Q1/Q2 dunia.