Prodi Arsitektur

Fakultas Teknik Univ. Udayana

EVALUASI TATA KELOLA

Pencermatan Manajerial Kurikulum

Tinjauan sistematis terhadap aspek manajerial, standarisasi dokumen, dan mekanisme penjaminan mutu kurikulum.

Pengantar Pencermatan

Berdasarkan hasil pencermatan terhadap dokumen RPS dan sistem pengelolaan kurikulum, dapat diidentifikasi bahwa program studi telah memiliki upaya penyusunan perangkat pembelajaran yang cukup baik, terlihat dari sebagian besar mata kuliah yang telah memiliki format RPS.

Namun demikian, masih terdapat beberapa area yang perlu diperkuat, khususnya dalam aspek standarisasi dokumen, konsistensi implementasi, serta sistem manajemen kurikulum secara terintegrasi.

Memenuhi Format RPS

84.78%

Pendekatan Terdefinisi

32.61% (Masih Bervariasi)

Pencantuman Rubrik

15.38% (Perlu Penguatan)

Review Formal TPPM

2.17% (Belum Optimal)

Hasil Pencermatan Menunjukkan Bahwa:

A. Standarisasi RPS

  • Sebanyak 84,78% RPS telah memenuhi format dasar, namun masih terdapat variasi dalam kelengkapan komponen.
  • Pendekatan pembelajaran belum terdefinisi secara eksplisit pada 67,39% mata kuliah.
  • Hanya 15,38% mata kuliah yang telah mencantumkan rubrik penilaian.
  • Proses review formal oleh tim TPPM masih sangat terbatas (2,17%).
👉 Hal ini menunjukkan bahwa standarisasi dan quality control dokumen RPS masih belum berjalan secara optimal.

B. Implementasi OBE (CPL-CPMK-IK)

  • Belum terdistribusi secara sistematis pada seluruh mata kuliah.
  • Belum terintegrasi dengan sistem penilaian dan rubrik.
  • Masih bersifat administratif, belum menjadi dasar pengukuran capaian pembelajaran.
👉 Kondisi ini mengindikasikan perlunya penguatan pada alignment antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.

C. Sistem Manajemen Dokumen

  • Dokumen kurikulum belum terpusat dan sulit diakses.
  • Notulensi rapat (MoM) belum terdokumentasi secara konsisten.
  • Proses penyesuaian kurikulum terhadap kebijakan baru belum memiliki mekanisme yang sistematis.
👉 Hal ini berdampak pada rendahnya efisiensi koordinasi dan keterlacakan proses pengambilan keputusan akademik.

D. Mekanisme Review & Monitoring

  • Belum berjalan secara periodik dan terstruktur.
  • Belum didukung oleh instrumen evaluasi yang seragam.
👉 Sehingga proses continuous improvement belum berjalan optimal.

Sintesis Tantangan Utama (Sistemik)

Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tantangan utama bukan terletak pada penyusunan dokumen semata, melainkan pada:

• Belum adanya sistem standarisasi RPS yang baku dan terkontrol.
• Belum terbangunnya sistem manajemen kurikulum berbasis data dan terdokumentasi.
• Belum optimalnya mekanisme monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut (quality assurance).

Arah Perbaikan & Forward-Looking

Dengan demikian, diperlukan penguatan sistem manajerial kurikulum yang tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga pada integrasi antar komponen pembelajaran serta mekanisme evaluasi berkelanjutan.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas implementasi kurikulum secara menyeluruh dan mendukung pencapaian capaian pembelajaran lulusan secara optimal.

Temuan ini menjadi dasar dalam penyusunan strategi perbaikan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan penguatan sistem penjaminan mutu internal.

Dokumen Pendukung (Sample RPS / MoM Rapat)

Belum ada dokumen bukti (sample RPS / MoM) yang dilampirkan.