FEEDBACK & EVALUASI
Tracer Study Lulusan
Analisis data lulusan sebagai landasan evaluasi kurikulum untuk mengidentifikasi kesenjangan kompetensi dan penyesuaian kebutuhan di dunia kerja (evidence-based curriculum).
1. Konsistensi Relevansi Kurikulum & Serapan Lulusan
Kurikulum berjalan telah terbukti sangat kuat. Data 3 tahun terakhir mencatat waktu tunggu < 6 bulan mencapai rata-rata 95%, serta tingkat kesesuaian bidang pekerjaan yang linier dengan arsitektur (76%-93%). Ini mengonfirmasi bahwa secara garis besar, kurikulum telah memenuhi kebutuhan dasar pasar kerja.
2. Kesenjangan Kompetensi di Lapangan (Skill Gaps)
- Terdapat isu-isu kompetensi yang terus muncul berulang (2022-2024):
- Penguasaan Bahasa Inggris: Lulusan menuntut pengayaan materi yang lebih aplikatif untuk negosiasi dan presentasi profesional.
- Teknologi Informasi & BIM: Mahasiswa merasa perlu ruang eksplorasi perangkat digital secara masif (BIM, parametrik) di dalam mata kuliah.
- Soft Skills: Tuntutan etika, kolaborasi, dan komunikasi di dunia kerja jauh lebih tinggi dari masa kuliah.
3. Rekomendasi Tindak Lanjut Pemutakhiran Kurikulum
- Sebagai respons adaptif, kurikulum ke depan difokuskan pada 3 pilar utama:
- Peningkatan Porsi Project-Based Learning (PjBL): Perbanyak studio kolaborasi lintas disiplin.
- Integrasi Teknologi Terapan: Jadikan penguasaan BIM dan Digital Fabrication sebagai kompetensi wajib di MK Inti.
- Sistem Penilaian Kolaboratif: Penilaian tidak hanya melihat hasil akhir desain, tetapi juga mengukur aspek kepemimpinan, kerja sama tim, dan kemampuan komunikasi.
Tren Kinerja Lulusan (%)
Pertumbuhan partisipasi tracer study vs masa tunggu mendapat pekerjaan pertama (< 6 bulan).
Partisipasi
Waktu Tunggu < 6 Bln
Matriks Data Tracer Study (Tahun ke Tahun)
| Tahun Lulusan |
2022
|
2023
|
2024
|
|---|---|---|---|
| Tingkat Partisipasi | 59% (58 dari 98 lulusan) | 79% (72 dari 91 lulusan) | 95% (118 dari 124 lulusan) |
| Status Pekerjaan |
|
|
|
| Waktu Tunggu Kerja (< 6 Bln) | 95% | 96% | 94% |
| Rata-Rata Pendapatan | Rp 4.462.396 | Rp 5.888.141 | Rp 5.198.387 |
| Jenis Perusahaan |
|
|
|
| Skala Perusahaan |
|
|
|
| Kesesuaian Bidang Kerja |
|
|
|
| Catatan Evaluasi / Kesenjangan | Etika lulusan tinggi; namun kemampuan Bahasa Inggris mayoritas masih di tingkat "cukup", dan keterampilan komunikasi butuh pemerataan. | Seluruh kompetensi telah melampaui standar industri; namun disarankan pengayaan materi aplikatif pada Bahasa Inggris dan Teknologi Informasi. | Seluruh kompetensi meningkat drastis setelah mahasiswa masuk ke dunia kerja; ada dorongan kuat untuk metode project-based dan kolaboratif. |
Dokumen Laporan Lengkap Tracer Study
Data Tracer
TAUTAN URL • https://drive.google.com/drive/folders/1lresXcKxgbFs1r9TQYXRuXIaQVOg1b2B?usp=sharing
Analisis Data Tracer Study Lulusan
Program Studi Arsitektur - Universitas Udayana
Analisis & Rekomendasi Kurikulum:
1. Konsistensi Relevansi Kurikulum & Serapan Lulusan
Kurikulum berjalan telah terbukti sangat kuat. Data 3 tahun terakhir mencatat waktu tunggu < 6 bulan mencapai rata-rata 95%, serta tingkat kesesuaian bidang pekerjaan yang linier dengan arsitektur (76%-93%). Ini mengonfirmasi bahwa secara garis besar, kurikulum telah memenuhi kebutuhan dasar pasar kerja.
2. Kesenjangan Kompetensi di Lapangan (Skill Gaps)
- Terdapat isu-isu kompetensi yang terus muncul berulang (2022-2024):
- Penguasaan Bahasa Inggris: Lulusan menuntut pengayaan materi yang lebih aplikatif untuk negosiasi dan presentasi profesional.
- Teknologi Informasi & BIM: Mahasiswa merasa perlu ruang eksplorasi perangkat digital secara masif (BIM, parametrik) di dalam mata kuliah.
- Soft Skills: Tuntutan etika, kolaborasi, dan komunikasi di dunia kerja jauh lebih tinggi dari masa kuliah.
3. Rekomendasi Tindak Lanjut Pemutakhiran Kurikulum
- Sebagai respons adaptif, kurikulum ke depan difokuskan pada 3 pilar utama:
- Peningkatan Porsi Project-Based Learning (PjBL): Perbanyak studio kolaborasi lintas disiplin.
- Integrasi Teknologi Terapan: Jadikan penguasaan BIM dan Digital Fabrication sebagai kompetensi wajib di MK Inti.
- Sistem Penilaian Kolaboratif: Penilaian tidak hanya melihat hasil akhir desain, tetapi juga mengukur aspek kepemimpinan, kerja sama tim, dan kemampuan komunikasi.
Matriks Data Tracer Study
| Indikator | Tahun 2022 | Tahun 2023 | Tahun 2024 |
|---|---|---|---|
| Tingkat Partisipasi | 59% (58 dari 98 lulusan) | 79% (72 dari 91 lulusan) | 95% (118 dari 124 lulusan) |
| Status Pekerjaan |
|
|
|
| Waktu Tunggu Kerja (< 6 Bln) | 95% | 96% | 94% |
| Rata-Rata Pendapatan | Rp 4.462.396 | Rp 5.888.141 | Rp 5.198.387 |
| Jenis Perusahaan |
|
|
|
| Skala Perusahaan |
|
|
|
| Kesesuaian Bidang Kerja |
|
|
|
| Catatan Evaluasi / Kesenjangan | Etika lulusan tinggi; namun kemampuan Bahasa Inggris mayoritas masih di tingkat "cukup", dan keterampilan komunikasi butuh pemerataan. | Seluruh kompetensi telah melampaui standar industri; namun disarankan pengayaan materi aplikatif pada Bahasa Inggris dan Teknologi Informasi. | Seluruh kompetensi meningkat drastis setelah mahasiswa masuk ke dunia kerja; ada dorongan kuat untuk metode project-based dan kolaboratif. |