Prodi Arsitektur

Fakultas Teknik Univ. Udayana

SINTESIS AKHIR

Analisis SWOT Kurikulum

Matriks komprehensif yang mengukur Kekuatan dan Kelemahan internal Prodi, serta memetakan Peluang dan Ancaman eksternal dari industri dan regulasi. Digunakan secara interaktif saat Rapat Pleno Kurikulum.

S Strengths (Kekuatan)

  • 1.

    Kurikulum memiliki penciri spesifik yang kuat pada pelestarian dan pengembangan Arsitektur Vernakular-Tropis Bali.

  • 2.

    Kualitas pedagogik dan komitmen mengajar dosen dinilai sangat baik oleh mahasiswa.

W Weaknesses (Kelemahan)

  • 1.

    Infrastruktur dan kelayakan sarana fisik Studio Perancangan saat ini dinilai kurang memadai.

  • 2.

    Integrasi teknologi digital mutakhir (BIM, Parametrik) belum ada di seluruh mata kuliah inti.

  • 3.

    Lokasi Kampus yang tebagi menjadi hambatan tersendiri terkait waktu dan energy (Efektifitas) dalam proses pembelajaran

O Opportunities (Peluang)

  • 1.

    Dukungan kuat dari asosiasi profesi (IAI) untuk kalibrasi kurikulum menuju PPAr.

  • 2.

    Potensi Mitra Karya yang dapat dijajaki untuk berkolaborasi

  • 3.

    Peluang untuk membangun Kemitraan dengan Pemerintah Desa

  • 4.

    Potensi untuk membangun kemitraan dengan Pemerintah Daerah

T Threats (Ancaman)

  • 1.

    Perkembangan AI (Generative Design) yang cepat berpotensi mendisrupsi peran teknis lulusan arsitektur pemula.

  • 2.

    Persaingan daya serap lulusan yang makin ketat dengan prodi arsitektur dari perguruan tinggi swasta lain di regional Bali.

Sintesis Strategi Kurikulum (TOWS)

Rumusan tindakan dari persilangan matriks SWOT.

S-O (Max-Max Strategy)

Memanfaatkan jejaring dan IAI untuk mengekspos karya mahasiswa yang berbasis Arsitektur Bali ke kancah nasional/internasional.

W-O (Min-Max Strategy)

Menggandeng mitra industri/vendor untuk mensponsori pemutakhiran fasilitas lab Desain dan lisensi software BIM.

S-T (Max-Min Strategy)

Mengintegrasikan muatan Arsitektur Bali (Strength) ke dalam pemodelan digital agar lulusan punya nilai jual spesifik yang tidak mudah digantikan oleh AI.

W-T (Min-Min Strategy)

Meninjau ulang metode evaluasi studio agar fokus pada problem-solving dan inovasi, bukan sekadar drafting manual yang rawan tergusur teknologi.

Kesimpulan / Arah Utama

Draft: Kurikulum ke depan harus berani bertransformasi mengawinkan Kearifan Lokal (Bali) dengan Kecakapan Digital (BIM/AI) dan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan untuk menciptakan lulusan yang memiliki daya saing tak tergantikan.